Marco Bezzecchi berhasil mencatatkan dua podium ketiga di Silverstone setelah melewati periode yang sangat berat secara fisik dan mental. Meskipun demikian, ia masih merasakan dampak dari cedera yang dialaminya saat bertanding dalam MotoGP Inggris 2026.
Bezzecchi finis ketiga pada Sprint Race dan balapan utama MotoGP Inggris, hasil yang sekaligus mengakhiri rentetan kekecewaan setelah sebelumnya empat kali gagal finis. Performa tersebut terasa semakin istimewa karena Bezzecchi belum sepenuhnya pulih setelah menjalani dua operasi hanya dalam waktu tujuh hari selama jeda musim panas.
"Saya senang, tetapi saya lelah dan rasanya sudah tidak bisa melanjutkan lagi, tetapi semua ini sepadan, saya sangat menginginkan podium ini dan tidak bisa menyerah," ujarnya.
Pembalap Aprilia tersebut mengaku sebenarnya puas jika hanya finis keenam atau ketujuh di Silverstone karena kondisinya membuat hasil podium terasa seperti sebuah bonus.
"Saya akan dengan senang hati menerima dua posisi keenam atau dua posisi ketujuh, sejujurnya, semua ini adalah bonus," ujarnya.
Namun, keberhasilan tersebut tidak membuat Bezzecchi lupa bahwa tubuhnya masih menghadapi sejumlah masalah yang menjadi tantangan ketika menghadapi seri berikutnya.
Bezzecchi mengakui rasa sakit masih terasa, terutama pada bagian bahu, otot di sekitarnya, serta lutut yang sebelumnya mengalami cedera cukup parah.
"Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana saya bisa melakukannya, bahu saya sakit, tetapi masalahnya lebih banyak pada otot di sekitarnya, sedangkan lutut saya lebih sakit karena sebelumnya mengalami lubang yang cukup besar," tuturnya.
Perjuangan Bezzecchi tidak hanya secara fisik karena setelah kecelakaan pada balapan terakhir juga memberikan tekanan psikologis.
"Secara fisik sudah jelas sulit karena saya menjalani dua operasi dalam tujuh hari, tetapi secara psikologis juga tidak mudah."
"Karena ketika cedera terjadi pada balapan terakhir sebelum jeda, banyak hal yang masuk ke kepala dan terus berada di sana," ujar Bezzecchi.

Dukungan keluarga, teman-teman, dan terutama pelatih fisik VR46 Academy menjadi bagian penting dari proses pemulihan Bezzecchi.
"Saya menghabiskan 22 jam sehari bersamanya dan dia sangat membantu, sehingga di tengah semua kekacauan ini, sekarang ketika saya memikirkannya kembali, ada sisi yang indah juga," katanya.
Dua podium di Silverstone akhirnya menjadi bukti bahwa kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil, tetapi Bezzecchi tahu tantangan berikutnya akan jauh berbeda ketika kalender MotoGP memasuki Aragon.
Aragon menjadi seri selanjutnya yang dijadwalkan pada 28-30 Agustus memiliki sejarah kuat bagi Marc Marquez. Bezzecchi tidak ragu menempatkan pembalap Ducati tersebut sebagai ancaman utama pada seri berikutnya.
"Ini adalah sirkuit tempat Marc sangat cepat dan dia selalu mendominasi di sana, kami tahu dia akan berada dalam mode menyerang seperti yang dia katakan," ujar Bezzecchi.
Marquez memang memiliki catatan kuat di Aragon, sementara pada musim lalu kecepatannya juga tetap terlihat.
"Tahun lalu, selain kesalahan saat kualifikasi, dia memiliki kecepatan yang sangat bagus," kata Bezzecchi.
Kondisi tersebut membuat Bezzecchi memilih untuk tidak memasang target berlebihan dan lebih fokus memastikan kondisi tubuhnya.
"Saya tidak bisa memprediksi masa depan, tujuan saya adalah tiba di Aragon dalam kondisi fisik yang baik," tutur Bezzecchi.
Dengan kepercayaan diri Marquez yang diprediksi kembali meningkat di salah satu sirkuit favoritnya serta Bezzecchi yang baru saja menemukan momentum, Aragon berpotensi menjadi pertarungan menarik. Bagi Bezzecchi, tantangan terbesar bukan hanya mengimbangi kecepatan Marquez, tetapi juga membuktikan bahwa dua podium di Silverstone merupakan awal kebangkitan.