Postingan Terakhir Siswi SMA yang Tewas Ditabrak KRL, Minta Maaf Jika Kereta Terlambat


Sosok AP, seorang siswi SMA berinisial yang tewas setelah tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (10/8/2026), dikenal sebagai pribadi yang hangat dan memiliki etika baik. Pihak sekolah mengungkapkan beberapa hal tentang keseharian AP selama menjalani masa awal sebagai siswa baru. AP yang duduk di kelas X itu disebut mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan menunjukkan sikap yang baik kepada guru maupun orang-orang di sekitarnya.

Kepergian AP meninggalkan duka bagi pihak sekolah, terlebih ia baru saja mengikuti rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebelum meninggal dunia, AP bahkan sempat memberikan kesan mendalam kepada salah satu gurunya. Ia diketahui meninggalkan surat berisi ucapan terima kasih sekaligus doa yang ditulis dengan tangan untuk sang guru.

Pengurus sekolah berinisial I menyebut AP sebagai sosok yang hangat, beretika, dan mudah beradaptasi selama berada di lingkungan sekolah. Kini, siswi tersebut telah dimakamkan setelah nyawanya tak tertolong akibat insiden di Stasiun Jurangmangu. Pihak sekolah juga menegaskan tidak menemukan indikasi bahwa AP menjadi korban perundungan atau bullying di sekolah.

Sebagai siswa baru, AP disebut tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami persoalan dengan teman maupun lingkungan sekolah sebelum kejadian tersebut. Rupanya I sempat meninggalkan surat ucapan terima kasih dan pesan untuk gurunya. Surat tersebut berisikan doa yang ia tulis dengan tangan untuk sang guru.

Adapun terkait penyebab kematian AP, pihak sekolah membantah isu soal bullying. Sebagai murid baru, AP tidak memiliki indikasi jadi korban perundungan di sekolah. Almarhumah juga tidak punya rekam jejak buruk soal masalah akademik maupun sosial. "Insyaallah saya pastikan tidak pernah ada (masalah), mau itu bullying, mau itu tugas-tugas dan lainnya. Karena baru kelas X juga, anak-anak masih diberikan kenyamanan untuk beradaptasi di lingkungan sekolah," pungkas I.


Sebelum meninggal dunia, AP disebut-sebut sempat membuat postingan di akun media sosialnya soal kereta api. "Bout to attempt. Sorry if your train got delayed (Ingin mencoba. Maaf jika perjalanan kereta Anda tertunda)," tulis sebuah akun TikTok diduga milik AP. Karenanya, semua postingan di akun tersebut pun ramai dikomentari netizen.

Dihimpun TribunnewsBogor.com, empat hari sebelum insiden tertabrak KRL, akun tersebut membagikan unggahan bernada kepiluan karena rencananya tak sesuai keinginan. "Plan A: 1. graduate shs (lulus SMA) 2. be a scriptwriter (jadi penulis) 3. move out of the house (keluar dari rumah) 4. get the help I need (dapat bantuan yang aku butuhkan) Plan B: ......," isi postingan diduga akun almarhumah AP. Postingan itu juga dilengkapi dengan caption mengejutkan soal kehidupan. Sang pemilik akun mengaku sempat berharap tak pernah dilahirkan ke dunia ini. "I wish id never been born lolololol (Aku berharap tak pernah dilahirkan)," tulis akun tersebut.

Hingga artikel ini ditayangkan, pihak keluarga atau terkait belum memberikan klarifikasi soal apakah akun tersebut benar milik AP atau bukan. Namun akun tersebut kini sudah dikunci alias dalam mode private.


Artikel ini ditayangkan bukan untuk menginspirasi tindak bunuh diri. Kendati demikian, depresi bukanlah persoalan sepele. Jika kalian mempunyai tendesi untuk bunuh diri atau butuh teman curhat, kalian dapat menghubungi kontak di bawah ini:

  • LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293)
  • Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh.
  • Jika semakin parah, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

LSM Jangan Bunuh Diri adalah Lembaga swadaya masyarakat yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan jiwa. Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap mental illness dan meluruskan mitos serta agar masyarakat paham bahwa bunuh diri sangat terkait dengan gangguan atau penyakit jiwa.

Kalian dapat menghubungi komunitas ini melalui nomor telepon (021 0696 9293) atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com.

Lebih baru Lebih lama