-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Bantu Korban Karhutla Kalimantan Barat, Jepang Kirim Armada Militer JS Kunisaki

Kamis, 10 September 2026 , 10.22 WIB Last Updated 2026-09-10T08:22:12Z

Kapal angkut amfibi canggih milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF), JS Kunisaki (LST-4003)


MEMPAWAH - Upaya penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kini mendapat suntikan kekuatan penuh dari armada internasional. Kapal angkut amfibi canggih milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF), JS Kunisaki (LST-4003), resmi bersandar di Terminal Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, pada Rabu, 09 September 2026. 


Kedatangan armada militer berukuran besar ini membawa misi kemanusiaan penting: membebaskan langit Kalimantan Barat dari cengkeraman kabut asap tebal dan mempercepat pemulihan kualitas udara demi keselamatan masyarakat setempat.


JS Kunisaki (LST-4003) merupakan kapal perang amfibi kelas Osumi yang dirancang khusus untuk mobilitas tinggi dalam mendukung operasi logistik skala besar maupun tanggap darurat bencana. Memiliki panjang sekitar 178 meter dengan bobot tandas mencapai 8.900 ton, kapal ini dilengkapi dengan geladak helikopter yang luas serta kompartemen internal besar yang sanggup membawa kendaraan berat, peralatan pemadam modern, hingga fasilitas medis darurat. 


Kehadiran JS Kunisaki di perairan Mempawah berfungsi sebagai markas komando terapung sekaligus pangkalan logistik guna menyokong operasi pemadaman titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.


Daya gempur armada bantuan ini makin solid berkat pengerahan helikopter angkut berat CH-47 Chinook yang diangkut di dalam kapal tersebut. Helikopter bermesin ganda dengan rotor ganda (tandem rotor) ini terkenal ampuh untuk operasi water bombing skala besar karena sanggup membawa kantong air (bambi bucket) berkapasitas ribuan liter dalam sekali terbang. 


Selain andal menjatuhkan volume air yang massif tepat di atas pusat titik api di tengah hutan gambut, CH-47 Chinook juga memegang peran vital dalam memobilisasi personel pemadam serta mendistribusikan logistik darurat ke wilayah-wilayah terisolasi yang tertutup asap pekat.


Keberhasilan misi udara ini disokong penuh oleh kedisiplinan dan keterampilan tinggi para personel Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF). Pasukan ini dilatih secara khusus untuk menghadapi skenario bencana alam ekstrem (Disaster Relief Operations), mulai dari teknik penanggulangan kebakaran hutan, manajemen krisis area beracun, hingga navigasi presisi di tengah jarak pandang terbatas akibat asap tebal. 


Kolaborasi erat antara taktik terukur personel Jepang dan pengalaman lapangan Satgas Karhutla Indonesia diharapkan mampu mengepung serta memadamkan sebaran titik api secara lebih efisien dan terukur.


Sinergi lintas negara ini menjadi titik balik penting dalam mempercepat pemulihan ekosistem dan kesehatan warga Kalimantan Barat. Selain memfokuskan pemadaman pada area gambut yang membara, tim gabungan Indonesia-Jepang ini juga memprioritaskan pembersihan ruang udara dari paparan partikel berbahaya. 


Langkah terintegrasi ini diharapkan dapat segera menurunkan indeks standar pencemar udara (ISPU) ke batas aman, sehingga roda kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak dapat kembali pulih dalam waktu singkat.

×
Berita Terbaru Update