JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggebrak dunia pendidikan nasional dengan menghadirkan 25 lapangan sepak bola berstandar internasional di lingkungan Sekolah Rakyat. Langkah besar ini tidak hanya menjadi simbol modernisasi fasilitas pendidikan nasional, tetapi juga bentuk nyata perhatian pemerintah dalam memuliakan anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui sarana olahraga unggulan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud konkret kehadiran negara untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memberikan akses pendidikan berasrama yang layak dan gratis, lengkap dengan seluruh kebutuhan siswa.
“Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa sekolah. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan. Dikasih fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, sepatu, makan, sampai tempat tidur di asrama,” ujar Dody Hanggodo dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Penyediaan fasilitas olahraga ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan sehat. Kehadiran lapangan sepak bola berstandar internasional diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi siswa untuk membina karakter, kedisiplinan, serta mengasah bakat olahraga secara profesional sejak dini.
Kementerian PU mencatat telah menyelesaikan pembangunan 93 Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai kawasan Indonesia. Dari total tersebut, sebanyak 32 sekolah dilengkapi fasilitas lapangan sepak bola, yang mencakup 25 sekolah dengan fasilitas jogging track serta 7 sekolah tanpa jogging track.
Pembangunan 25 fasilitas olahraga tersebut mengacu sepenuhnya pada standar teknis Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Lapangan dibuat dengan dimensi 105 meter x 68 meter, lengkap dengan jogging track bertaraf internasional berlapisan karet (rubber) di sekelilingnya guna menunjang aktivitas kebugaran dan kegiatan ekstrakurikuler siswa.
Kualitas permukaan lapangan dijaga dengan mengaplikasikan sistem drainase berlapis modern dan penggunaan rumput berkualitas tinggi. Pihak Kementerian PU memilih jenis rumput Zoysia matrella—jenis rumput yang direkomendasikan FIFA, untuk memastikan permukaan lapangan aman, nyaman, serta dapat digunakan secara berkelanjutan.
Fasilitas olahraga megah ini telah diterapkan di sejumlah lokasi strategis di tanah air.
Beberapa di antaranya meliputi Sekolah Rakyat Jawa Timur IV di Banyuwangi, Sekolah Rakyat Jawa Timur III di Kediri, serta Sekolah Rakyat di Kabupaten Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Pemerintah memproyeksikan pembangunan infrastruktur olahraga ini sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda Indonesia. Selain membentuk kebiasaan hidup sehat, sarana ini diproyeksikan menjadi wadah penjaringan bibit-bibit atlet berbakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Seluruh kawasan Sekolah Rakyat Tahap II dirancang secara permanen sebagai pusat pendidikan terpadu dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di atas lahan seluas 5–10 hektare. Kompleks pendidikan ini didukung oleh ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium, pusat digital, asrama, klinik, hingga sarana pendukung modern lainnya.
