JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya mampu merangkul berbagai kekuatan politik di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Idrus saat menanggapi pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menurutnya, kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai kelompok politik merupakan salah satu karakter penting dalam kepemimpinan Prabowo.
Idrus mengatakan, Prabowo secara konsisten berupaya menjaga komunikasi dengan berbagai pihak.
Langkah tersebut, menurut dia, dilakukan untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di tengah dinamika politik nasional.
Menurut Idrus, karakter Prabowo dalam menyatukan berbagai warna politik sebenarnya bukan hal baru.
Ia menilai pola tersebut telah terlihat sejak masa Koalisi Merah Putih pada Pemilu 2014 dan terus berlanjut ketika Prabowo memimpin pemerintahan.
Selain persoalan politik, Idrus juga menyoroti sejumlah agenda strategis pemerintahan Prabowo.
Beberapa di antaranya adalah pengembangan koperasi dan UMKM, penguatan kemandirian energi dan pangan, serta hilirisasi industri.
Idrus menilai kebijakan tersebut memiliki posisi penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian Indonesia.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berbicara mengenai dinamika politik. Pemerintah juga perlu memastikan berbagai kebijakan strategis memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Idrus juga memberikan perhatian terhadap kritik yang ditujukan kepada pemerintah.
Mantan Menteri Sosial tersebut mengingatkan agar perbedaan pandangan politik tidak berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat.
Ia menilai perbedaan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat agar mampu menyikapi perbedaan secara sehat.
Pendidikan kebangsaan, kata Idrus, menjadi salah satu hal penting untuk menjaga agar perbedaan pilihan dan pandangan politik tetap berada dalam koridor persatuan.
Dengan demikian, dinamika politik nasional diharapkan tidak mengganggu kepentingan yang lebih besar, yakni menjaga persatuan sekaligus mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.