-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Tangis Haru di TPU Karet Bivak: Detik-Detik Megawati Lepas Kepergian Sang Maestro Budaya Guruh Soekarnoputra

Sabtu, 26 September 2026 , 16.00 WIB Last Updated 2026-09-26T11:22:23Z



JAKARTA - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Presiden pertama RI setelah maestro budaya Indonesia, Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra, diantarkan ke peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Bivak, Jakarta, pada Sabtu (26/9/2026). 


Prosesi pemakaman sosok yang akrab disapa Guruh Soekarnoputra ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan rasa haru. Kepergian sang seniman besar meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi sanak saudara dan kerabat dekat, tetapi juga bagi seluruh insan seni serta kebudayaan di tanah air.


Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputra, bergegas kembali dari Manado begitu mendengar kabar duka kepulangan adik tercintanya. Demi memberikan penghormatan terakhir, Megawati menyempatkan diri mendampingi jenazah sang adik sejak tiba di rumah duka hingga seluruh rangkaian prosesi pemakaman selesai. 


Balutan pakaian berwarna merah yang dikenakannya di TPU Karet Bivak menjadi simbol keteguhan sekaligus penghormatan mendalam seorang kakak yang berada tepat di sisi pusara sang adik bersama keluarga inti.


Prosesi tabur bunga yang emosional dimulai secara langsung oleh Megawati sebagai bentuk perpisahan dan penghormatan paling personal kepada Guruh. 


Momen haru semakin terasa ketika Megawati menyiramkan air ke atas pusara, tindakan yang kemudian dilanjutkan oleh sang putri, Puan Maharani, serta anggota keluarga besar lainnya. Setiap gestur dalam ritual pelepasan tersebut mencerminkan ikatan persaudaraan yang sangat kuat di tengah suasana duka yang mengepung area pemakaman.


Kehadiran jajaran tokoh politik dan pejabat tinggi negara di lokasi pemakaman menegaskan betapa besar pengaruh serta kehormatan yang dimiliki oleh almarhum semasa hidupnya. 


Deretan figur publik seperti Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Ketua DPP PDIP Yasonna Laoly, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, hingga mantan Menpora Roy Suryo tampak hadir berdiri memberikan penghormatan terakhir mereka.


Perjalanan hidup Guruh Soekarnoputra diakui memiliki warna tersendiri karena ia memilih mendedikasikan seluruh jiwa dan raganya untuk dunia seni dan kebudayaan Indonesia. Hal tersebut ditegaskan oleh Rano Karno saat menyampaikan sambutan mewakili pihak keluarga di hadapan para pelayat. 


Rano mengungkapkan bahwa almarhum secara sadar memilih jalan hidup yang berbeda dari kedua orang tuanya, Soekarno dan Fatmawati, demi mengejar passion mendalamnya di bidang kebudayaan.


Dedikasi tanpa batas almarhum menjadi alasan utama mengapa Indonesia merasa sangat kehilangan seorang maestro besar yang melestarikan identitas bangsa melalui karya. Dalam ucapan belasungkawanya, Rano Karno menyoroti bagaimana Guruh mencintai tanah air lewat rangkaian lagu, seni pertunjukan panggung, dan penggalian tradisi lokal yang tak ternilai harganya. 


Pengabdian seumur hidup Guruh untuk mempersembahkan keindahan seni nusantara kini menjadi warisan abadi yang akan terus dikenang oleh bangsa Indonesia.

×
Berita Terbaru Update