MEMPAWAH - Pemerintah Kabupaten Mempawah mengambil langkah tegas untuk mengikis kesenjangan pembangunan antarwilayah dengan memprioritaskan perbaikan infrastruktur dasar dan penambahan fasilitas publik. Lewat Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027, pemerintah daerah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp65,6 miliar yang difokuskan pada proyek-properti fisik strategis di seluruh kecamatan.
Kepastian arah kebijakan anggaran ini disampaikan langsung oleh Bupati Mempawah Erlina dalam Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Mempawah pada Senin (26/10/2026).
Erlina memaparkan bahwa alokasi anggaran belanja modal yang disiapkan mencapai Rp65.699.912.803. Anggaran tersebut disusun secara terukur berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) guna pengadaan aset tetap yang memberi manfaat jangka panjang bagi daerah. "Terkait besaran anggaran Alokasi belanja modal sebesar Rp65.699.912.803 disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah untuk memenuhi kebutuhan aset tetap yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi," ungkap Erlina.
Lebih lanjut, Erlina meyakinkan bahwa dana puluhan miliar tersebut diprioritaskan untuk sektor-sektor esensial yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat lokal. "Pemerintah Daerah berkomitmen memprioritaskan belanja modal untuk pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, drainase, irigasi, serta sarana pendidikan dan kesehatan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tegasnya di hadapan para anggota legislatif.
Di samping pembenahan jalan dan fasilitas layanan publik, Pemkab Mempawah menaruh perhatian khusus pada masalah Penerangan Jalan Umum (PJU). Merespons aspirasi masyarakat terkait keamanan lingkungan dan keselamatan berlalu lintas di malam hari, penambahan titik PJU serta pemeliharaan berkala masuk dalam prioritas penganggaran 2027.
Sebagai langkah modernisasi, pemerintah daerah juga merencanakan transisi ke teknologi yang lebih ramah lingkungan untuk menekan beban operasional. "Menanggapi aspirasi mengenai fasilitas publik ini, kebutuhan penambahan titik PJU dan pemeliharaan secara berkala juga menjadi perhatian dalam penyusunan penganggaran Tahun 2027," ujar Bupati.
Ia mengimbuhkan bahwa pemerintah daerah tengah mempertimbangkan penerapan teknologi lampu hemat energi dan PJU berbasis tenaga surya pada lokasi yang sesuai, demi meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
